All about Animals, Innovation, Law, Management, and Soccer: Sepak bola, Ekonomi Kreatif, Fanatisme, dan Keamanan Nasional

IWA

Sepak bola, Ekonomi Kreatif, Fanatisme, dan Keamanan Nasional


Sepak Bola Berbanding lurus dengan Ekonomi Kreatif, tapi Rentan Mengganggu Keamanan Nasional. Sumber: tribunnews.com
     Di Indonesia, sepak bola memang belum semaju di negara Eropa, baik sarana, prasarana, maupun prestasinya. Tapi, gairah suporternya tidak kalah dan banyak yang mengantungkan hajat di sepak bola, bahkan tim-tim liga top dunia pun mengakui bahwa suporter timnya yang berasal dari Asia, yang terbanyak salah satunya ya dari Indonesia. Dapat dikatakan, Indonesia merupakan salah satu negara yang prospektif untuk industri sepak bola, baik nasional, regional, maupun global, sehingga tidak salah jika sepak bola di Indonesia sudah bisa menjadi industri ekonomi kreatif yang menjanjikan. Gara-gara sepak bola, ekonomi di sekitar begitu meningkat. Lihat saja, suporter sepak bola di Indonesia pun sudah akrab dengan ekonomi kreatif yang mandiri serta dikenal loyal mengikuti klub kesayangannya bertanding, baik kandang maupun tandang, lintas provinsi pun tidak masalah. Lalu darimana biayanya? Mereka umumnya memiliki komunitas dengan solidaritas yang kuat. Yang sudah mapan, biasanya mau berbagi usaha dengan yang belum mapan, sehingga banyak dari suporter berprofesi sebagai pengusaha, ga jauh-jauh dari sepak bola. Dengan profesi tersebut, waktu mereka fleksibel dan menyesuaikan dengan jadwal pertandingan klub kesayangannya. Sementara, bagi suporter yang merupakan pegawai kantoran atau buruh pabrik yang waktunya begitu terikat, tentunya harus curi-curi waktu untuk menyaksikan tim kesayangannya bertanding, bisa sambil kerja nobar, atau kalau perlu jatah cuti diambil. Tapi, kalau tidak memungkinkan, mereka akan menonton siaran tunda di Youtube misalnya. Intinya, sebagai suporter fanatik (asal tidak berlebihan), mereka tidak rela jika tidak menonton satu pertandingan yang melibatkan tim kesayangan.
Fanatisme adalah hal yang wajar, asal tidak berlebihan. Sumber: antokoe.com

      Tapi, karena sepak bola selalu mengundang kerumunan massa, hal ini berbanding lurus dengan gangguan keamanan. Banyak suporter yang memiliki fanatisme sempit dan berlebihan, jika tim kesayangannya menang, akan dipuja dan dipuji habis-habisan, dan gangguan keamanan pun dapat diminimalisir. Tapi, jika tim kesayangannya main buruk dan kalah, akan dimaki habis-habisan, bahkan pelampiasannya ke oranglain yang tidak bersalah, tidak tahu apa-apa, ujung-ujungnya terjadi gangguan keamanan, lalu lintas pun bermasalah, dan ekonomi pun terganggu. Apalagi jika hal tersebut terjadi di Indonesia, membuat pihak kepolisian seringkali agak sulit memberikan izin pertandingan duel tim besar pada saat weekend. Jikalau diizinkan, itupun dengan syarat dan jaminan yang berat, serta waktunya mepet menjelang hari-H. Mengapa? Karena pada saat weekend, banyak warga yang keluar untuk liburan, terjadi kepadatan lalu lintas, dan juga event-event besar yang juga mengundang banyak massa. Jika itu yang terjadi, kepolisian setempat berhak memutuskan untuk memberi, menunda, atau malah menolak izin bertanding, tentunya setelah melewati berbagai pertimbangan. Sementara, untuk mengurus izin pun dibutuhkan biaya yang besar pula. Jangan sampai ketika pertandingan sudah diizinkan pas hari-H tiba-tiba batal akibat faktor non-teknis, tentunya akan merugikan banyak pihak, termasuk mengganggu ekonomi kreatif di sekitarnya.
       Silakan mampir juga ke blog saya yg kedua (ttg kesehatan & kemanusiaan, full text english) dan ketiga (ttg masalah & solusi kelistrikan). Semoga bermanfaat. Thx. Berikut link-nya:
Blog 2: healthyhumanityvicagi.blogspot.com
Blog 3: listrikvic.blogspot.com



     
      

No comments:

Post a Comment

1. Silakan berkomentar secara bijak
2. Terbuka terhadap masukan untuk perbaikan blog ini
3. Niatkan blogwalking dan saling follow blog sebagai sarana silaturahim dan berbagi ilmu/kebaikan yang paling simpel. Semoga berkah, Aamiin :)😇
4. Ingat, silaturahim memperpanjang umur...blog ;)😜

Disrupsi Digital dan Inovasi Era Kenormalan Baru

Disrupsi Digital Pandemi Covid-19 yang terjadi berbulan-bulan dan menimpa hampir seluruh negara di dunia membuat kacau kondisi ekonomi se...