All about Animals, Innovation, Law, Management, and Soccer: August 2018

IWA

Kemerdekaan, Sejarah, & Inovasi Lomba 17 Agustusan

    Setiap tanggal 17 Agustus menjadi tanggal yang bersejarah dan membanggakan bagi seluruh rakyat Indonesia, karena pada tanggal tersebut merupakan hari kemerdekaan negara Indonesia. Merdeka berarti bebas dari segala bentuk penjajahan dan mampu berdiri sendiri tanpa ketergantungan bangsa lain. Merdeka bentuk kata kerja, maka, jika diberi imbuhan ke-an (kemerdekaan) menjadi kata benda. Kemerdekaan merupakan suatu kondisi di mana negara meraih hak kendali penuh atas seluruh wilayah bagian negaranya dan di saat seseorang mendapatkan hak untuk mengendalikan dirinya sendiri tanpa campur tangan orang lain dan atau tidak bergantung pada orang lain lagi (sumber: wikipedia). Kenyataannya, negara kita, dgn sebagian besar rakyatnya memang sudah terbebas dari penjajahan dalam arti fisik (perang), tapi belum terbebas dari penjajahan:
1. Ekonomi, seperti kemiskinan, gap penghasilan,  negara selalu berutang ke lembaga internasional dgn dalih membangun infrastruktur tp justru bunga utang tsb menjadi penjajahan yg tdk disadari, kepentingan pihak asing yg begitu dimuliakan, sumber daya alam yg rusak krn dikuasai pihak2 tertentu, rupiah begitu rapuh (pdhl pihak asing yg berulah), dan sistem kapitalisme yg hanya menguntungkan pihak2 tertentu (yg pny power) tp menindas rakyat kecil. Ketidakadilan itulah yg membuat banyak rakyat kecil menjadi marah, nekat dan jahat, dan sikat sana sikat sini, krn merasa ada ketidakadilan ekonomi di situ. Yg kaya jadi kaya banget, yg sedang jd pas-pasan, yg miskin jadi tambah miskin. Ada lelucon yg nyelekit tp memang benar adanya, disebutkan bahwa kemiskinan di Indonesia saat ini semakin menurun, ya menurun...ke anak cucu😁
2. Kebodohan dan kerusakan moral. Semuanya bermuara dari pendidikan yg tdk merata (secara kualitas dan kuantitas) di negeri ini ditambah budaya Barat (yg jelek2nya) begitu cepatnya dicontoh, sementara budaya yg baik2nya dicuekin. Internet yg dilihat yg jelek2nya lalu ditiru, bkn yg baik2nya. Bisa juga mereka meniru tingkah laku seniornya. Di samping itu, pendidikan agama jg yg kurang akibat lingkungan tidak mendukung
3. Terakhir, Indonesia masih dijajah oleh "tikus" koruptor dan terorisme yg daya merusaknya jauh lbh tinggi dari pelaku begal. Sang "tikus" hrs dilawan oleh predator "kucing" yg berperan sbg jaksa. Nah, di negara kita terkadang "kucing" malah kalah gede n gertak sama "tikus"😁. Lalu, sang "tikus" yg sudah tertangkap lgsg dijebloskan ke penjara, ternyata hukuman penjaranya ringan, udh gitu pas dipenjara, penjaranya lbh mewah dari kos2an standar mahasiswa. Sang koruptor pun msh bisa senyum2 bahagia. Jadi, sejelek2nya koruptor yg ditangkap, toh masih bisa senyum bahagia dan dimuliakan di penjaranya (dgn duit n power yg dimilikinya), begitu mgkn mindset koruptor, shg tdk ada jera2nya. Smntr teroris daya merusaknya sngt besar, krn cuci otak ajaran menyimpang yg dibawa itu sifatnya permanen n menular (dari leader ke follower-nya) agk sulit disembuhkan, butuh proses n waktu utk dipulihkan, itupun hrs dgn ahlinya. Bkn org gila, tp bisa lbh berbahaya dari org gila, krn scr tampilan spt org normal, bhkn spt ulama, jd itulah yg bikin sulit terdeteksi sbg org yg sdh dicuci otak. Penampilan luar memang sering menipu. Nah, cuci otak jelas beda dgn hipnotis yg di TV atau kejahatan gendam paling sehari jg pulih. Menyedihkan memang...
   Walaupun demikian, sepertinya sudah menjadi tradisi, hal2 negatif tsb hrs dilupakan sejenak utk merayakan momen kemerdekaan RI dengan hal2 yg positif, bermanfaat, membanggakan, dan tentu saja membangkitkan semangat nasionalisme (paham utk mencintai negara sendiri), apapun bidangnya. Ada yg berkarya, jualan bendera (itu baru kreatif, daripada jualan petasan berisiko n ga akn berkah), bakti sosial, membersihkan & menghias tempat ibadah serta sarana umum, mengikuti upacara 17 Agustus, "memerdekakan" sungai dari sampah, juga ada yg berencana menukar kartu ATM jadul dgn kartu ATM berlogo GPN (Gerbang Pembayaran Nasional) yg jauh lbh aman dan canggih. Kata Agusman (Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia), program GPN jg sbg kegiatan utk memperingati hari Kemerdekaan RI-73. Saat ini msh himbauan krn stoknya msh terbatas dan hny bisa ditukar di tempat tertentu mulai akhir Juli-Agustus 2018. Tp, dlm bbrp bln k dpn kmgkn akn menjadi suatu keharusan. Serta  kegiatan perayaan kemerdekaan RI terakhir, tentu saja mengadakan lomba 17 Agustusan yg biasanya diselenggarakan oleh RW setempat. Disebut lomba dan bkn pertandingan krn sifatnya hny  fun sj, bkn kompetisi, bkn utk cari menang kalah n sikat sana sikat sini, melainkan spirit kemerdekaan n amal kebaikannya. Kl dlm Islam itu disebut fastabiqul khoirot (berlomba-lombalah dlm kebaikan, Al-Baqarah 148). Nah, utk lomba 17 Agustusan ini, kalau diperhatikan dari tahun ke tahun relatif tidak berubah, polanya adalah  mengikuti tradisi, spt harus ada lomba makan kerupuk, balap karung, bakiak, tarik tambang, panjat pinang, dsb, shg perlu adanya kreativitas (ide baru) dan terutama inovasi (realisasi ide baru tsb), agar lebih kekinian tanpa hrs membuat habis anggaran, tanpa meninggalkan sejarah dan budaya setempat, serta meningkatkan partisipasi warga juga tentunya.


Perlu ada Inovasi Lomba, tapi ga Gini juga kalee😆. Sumber: yukepo.com
Berikut inovasi lomba 17 Agustusan:
1. Lomba Panjat Pinang
     Dilihat dari sejarahnya, lomba panjat pinang sdh ada sejak zaman Belanda. Pada masanya, permainan tsb merupakan hiburan yg viral di masanya terutama bagi rakyat pribumi spt halnya bermain gim online dan medsos pd saat masa skrg ini. Bagi rakyat pribumi, hadiah yg disediakan di puncak pinang sangat mewah, shg mereka rela berebutan dan terjatuh satu sama lain krn pinang yg licin. Namun, anehnya, hal itulah yg menjadi hiburan dan kelucuan tersendiri jg (mgkn jg olokan) bagi kaum elite Eropa yg saat itu dianggap memiliki kasta tertinggi di Indonesia (sumber: www.komunitashistoria.com). Sumber lain mengatakan lomba tsb sbg perayaan hari ulang tahun Ratu Belanda (sumber: liputan6.com). Tp, bingung jg ini sbtlnya budaya kita atau Belanda ya?

Sumber: www.komunitashistoria.com
    Kini, diskriminasi tsb sdh tdk ada (benar2 sdh merdeka dari bahan bully bangsa lain). Panjat pinang tetap dilestarikan sbg lomba dan hiburan utk semua kalangan yg mengutamakan perjuangan, kerja sama, dan strategi, serta mempererat tali silaturahim. Dan itu bagian karakter dari pejuang sejati Indonesia.
      Lomba panjat pinang dari dulu ya begitu2 saja, yg membedakan adalah hadiahnya. Perlu ada inovasi lomba panjat pinang. Tdk hny dari hadiahnya, tp jg pinangnya itu sendiri, tidak melulu harus vertikal, tp jg dibuat lbh miring, horizontal, atau bahkan zig-zag, biar lebih menantang seperti parkour jadinya hehe.. Lalu, kalau pinang dibuat di darat atau di kali, itu udh sering, coba yg agak bersihan dikit spt di kolam renang mgkn akn terlihat lebih elegan. Jadi, unsur fun dan menantangnya ada, tapi unsur yg membahayakan nyawa bisa diminimalisir (krn kita ketahui lomba panjat pinang ini pernah memakan korban luka bahkan korban jiwa akibat terjatuh telak ke darat).

Bentar Lagi Idul Adha, jadi Perlu Ada Inovasi Lomba Panjat Pinang dgn Hadiah Hewan Kurban. Gmn Ngambilnya Ya😜

2. Lomba Balap Karung Pakai Helm Motor yg Dihias
   Lomba balap karung diperkenalkan oleh Belanda saat Belanda masuk ke Indonesia dalam masa penjajahan. Pada saat itu, karung digunakan oleh sebagian besar WNI yg krg mampu sbg pakaian penutup badan, ironi memang :( Setelah merdeka, keadaan mereka jauh lebih baik. Dan utk memperingati perjuangan saat masa2 sulit, perlu diadakan hiburan spt lomba balap karung dan itu dilestarikan sampai sekarang.
      
Lomba Balap Karung Zaman Baheula. Sumber: www.google.co.id
      Kini, lomba balap karung menggunakan helm dan itu sudah umum. Tp kl helmnya imut kyk di foto bawah ini pasti mengundang gelak tawa dan akan menarik perhatian warga. Di jalan raya saja, helm tsb menjadi tontonan dan sempat menarik perhatian polisi, krn dikhawatirkan bkn helm SNI. Trnyta itu helm SNI, tp luarnya dibungkus kain utk membuat boneka, shg jadi imut. Tp tetap saja, menarik perhatian pengguna jalan lain lalu dikhawatirkan mengabaikan konsentrasi dlm berlalu lintas, apalagi sampai selfie2, bisa jadi bentuk pelanggaran lalu lintas. Namun polisi hny memberikan peringatan saja, mengingat komunitas pembuat helm tsb sudah ada. Nah, kl helm imut tsb menjadi aksesoris dalam lomba balap karung akan lbh meriah. Nantinya peserta diharuskan berekspresi selucu dan seheboh mgkn agar mendapatkan hadiah tembahan, selain sang juara balap karung tentunya. Helm imut tsb merupakan helm motor SNI, tp dibungkus dgn lapisan kain khusus (utk membuat boneka) dgn tema tokoh kartun dan dikombinasikan dgn tema kemerdekaan, pasti bkl lbh unik dan bermakna. Nah, helm imut tsb hrs digunakan saat lomba balap karung, pasti akan mengundang banyak perhatian warga. Dan bkn tdk mgkn menjadi viral, nama baik kampung pun terbawa.
Model Helm SNI Dibungkus dgn Lapisan Kain utk Dibuat Tokoh Kartun Lucu dan jg Tema ttg Kemerdekaan. Kl Generasi Milenial yg Seniornya Pasti Inginnya Bikin Tema dari Tokoh Kartun dari Film Saint Seiya, Dragon Ball, Doraemon, atau  Tokoh Film Power Rangers yg Fenomenal di Masanya😜. Atau Lbh Salut dan Nasionalis lagi Bikin Tema dari Tokoh Superhero Indonesia, seperti Gatot Kaca dan Arjuna

3. Lomba Bakiak Pakai Cosplay Bertema Kemerdekaan RI
    Lomba bakiak menggunakan pakaian daerah atau daster sudah umum. Demikian juga lomba cosplay (costume play/permainan kostum) di tempat tertentu dan utk kalangan tertentu, jg sdh sering diadakan. Tp bagaimana kalau lomba bakiak di mana pesertanya wajib menggunakan cosplay bertema kemerdekaan RI, itu baru inovatif dan nasionalis.
    Sejarah lomba bakiak sebetulnya terinspirasi dari Jepang, yaitu alas kaki yg memakai telapak kayu utk Geisha (seniman tradisional Jepang). Bahkan, zaman skrg, alas kaki tsb jg menjadi aksesoris utk cosplay juga. Lalu, di Indonesia, alas kaki tsb dijadikan lomba yg dinamakan terompa galuak (satu tim terdiri 3-5 org) pertama kali di Sumatra Barat. Sering disebut juga terompah panjang. Lalu, tersebar ke Jateng dgn nama bakiak (yg akhrnya jd nama beken), Jatim dgn nama bangkiak, dan akhirnya dikenal ke seluruh Indonesia.
Lomba Bakiak. Sumber: www.ykb-wasiat.org
     Cosplay merupakan hobi menggunakan pakaian beserta aksesori dan rias wajah seperti yg digunakan tokoh2 film kartun, konsol gim, gim daring, film, komik, superhero, dan penyanyi idola. Pelaku yg menggunakannya disebut cosplayer. Sejarah cosplay diawali thn 1960 saat diadakan konvensi fiksi ilmiah di AS utk penggemar film fiksi. Pesertanya diwajibkan menggunakan kostum bertema tokoh2 di film fiksi ilmiah. Lalu, smkn berkembang dgn adanya perayaan Haloween, di mana pesta hrs menggunakan topeng. Dan akhirnya, baru menyebar ke Jepang diawali konvensi fiksi ilmiah thn 1970-an. Jadi, salah kalau mengatakan cosplay budaya Jepang. Cosplay memang barang mahal, hobi utk kalangan atas, dgn harga paling murah ratusan tibu sampai paling mahal puluhan juta rupiah. Tapi, kl hny utk merayakan momen istimewa sehari saja cukup dgn menyewa ke tempat tertentu dgn harga di bawah Rp. 500.000.
Bakiak sbg Aksesoris Cosplay dari Film Kartun Naruto. Sumber: m.id.aliexpress.com


Cosplay Bertema Kemerdekaan RI. Sumber: brilio.net

Pasti akan lebih seru jika peserta lomba menggunakan cosplay yg rata2 bikin badan tambah berat dan sulit gerak, lalu ikut lomba bakiak utk merayakan kemerdekaan RI😜
Cosplay Garuda (Atas) yg jd Identitas Indonesia Saat Pembukaan Asian Games 2018 kok Mirip Gold Saint Cloth Sagitarius Seiya ya (Bawah)😜. Sumber: Tempo.co & saintseiya.wikia.com

4. Lomba Game Online, Konsol Gim, dan Mobile Game yg Ada Nasionalismenya
    Game online (gim daring), konsol gim, dan mobile game (gim smartphone/smartwatch/gim dalam gawai) bisa dikatakan sebagai permainan kekinian (zaman now) yg digemari generasi milenial (kelahiran 1981-1994), dan generasi penerusnya Z (1995-2014), serta si bontot Z (2015 sampai sekarang). Tentunya berbeda dgn generasi X (ortu dari generasi Y) yg lbh akrab dgn permainan tradisional yg jauh dari teknologi, listrik, dan internet. Generasi X bisa dikatakan gaptek dan mgkn saja cenderung menghakimi bahwa main gim itu hanya buang2 waktu saja. Padahal di era sekarang, gim memiliki banyak manfaat, seperti menambah teman, mencerdaskan otak kanan, melatih kerja sama tim, dan bahkan menghasilkan uang. Tapi, hrs ada batasnya, main gim hrs dilakukan secara bijak, krn kalau berlebihan, apalagi kecanduan, bisa membahayakan fisik dan mental manusia.
   Generasi X lbh senang dgn permainan tradisional yg nyata, interaksi face to face, dan tidak butuh listrik, alat elektronik, apalagi internet. Bisa saja generasi Y, Z, dan Alfa menyukai permainan tradisional spt congklak, layangan, ucing sumput, lomba balap karung, dsb, tp itu hrs berbentuk game online, konsol gim, atau mobile game hehe..
     Baik Game Online, konsol gim, dan mobile game berasal dari luar negeri, terutama Jepang dan Amerika Serikat. Di Indonesia, khusus merayakan kemerdekaan n menumbuhkan nasionalisme, bisa saja diadakan lomba gim spt:
a. Gim sepak bola sejuta umat, Pro Evolution Soccer, tp tim2 pesertanya dimodifikasi menjadi tim2 lokal Liga 1 Indonesia dan timnas Indonesia, baik level senior, U-23, bhkn U-19, dgn skill pemain2nya kelas dunia semua (sbg sugesti dan harapan juga sih)

b. Game Online tetap impor dan yg favorit spt Mobile Legends, tp nama tim dan pesertanya hrs dari nama pahlawan Indonesia berikut kostum dan tempat pertandingan bertema kemerdekaan
c. Menghidupkan kembali gim2 lokal, bangga dgn produk dlm negeri dan menumbuhkan nasionalisme. Misal: gim horor Dreadout, gim tahu bulat, gim panjat pinang, gim Perang Diponegoro,  gim Asian Games 2018, dsb
Sumber: youtube.com



5. Lomba Menyanyikan Lagu Daerah/Nasional Sekaligus Fitness

    Lagu daerah/nasional perlu digelorakan kembali saat merayakan kemerdekaan RI dgn diadakannya lomba menyanyikan lagu daerah/nasional. Kalau hanya lomba menyanyi saja tentunya sudah umum. Tapi, kalau lomba menyanyi disertai angkat beban itu baru menantang (terinspirasi dari lomba di Jepang bbrp thn yg lalu). Suara hrs tetap stabil, tp mikrofon hrs diangkat (beserta bebannya) agr tetap dekat mulut. Olahraga otak, otot, olah suara, serta menumbuhkan nasionalisme krn lagu yg dinyanyikan hrs lagu daerah/nasional. Atau bisa saja menyanyikan dua lagu, satu lagu bebas (lagu kekinian), satu lagi wajib lagu daerah/nasional.


      Inovasi pd umumnya adalah sesuatu yg benar2 baru dan direalisasikan. Tp terkadang, inovasi muncul krn terinspirasi dari orglain (yg sdh ada), lalu ditiru dan dimodifikasi sesuai dgn kebutuhan dan karakter org Indonesia.
Hadiah Lomba kl Kyk Gini Pasti Membantu Program Pemerintah Menurunkan Angka Pengangguran😜

   Kemerdekaan RI thn ini bersinergi dgn pelaksanaan Asian Games 2018 yg diadakan Jakarta dan Palembang, Indonesia. Sinergi sdh dimulai sejak prosesi obor Asian Games 2018 yg dibawa dari India 15 Juli 2018, lalu akan diajak berkeliling ke 51 jalur di seluruh Indonesia dan pd tgl 17 Agustus 2018 direncanakan akn singgah di Istana Merdeka sblm upacara penurunan bendera pusaka pd HUT RI ke-73. Dan terakhir, pada tgl 18 Agustus 2018 akan dibawa ke GBK (sumber: Kompas.com). Spirit kemerdekaan sudah tentu menjadi awal utk memunculkan spirit Asian Games 2018, utk menjadi bangsa yg mandiri, berprestasi, dan inovatif.
Spirit Kemerdekaan RI & Energy of Asia
   
    Setiap org pny caranya sendiri utk mengisi kemerdekaan n mengharumkan nama Indonesia (termasuk menulis artikel blog ini😜). Salah satu cara utk mengisi kemerdekaan RI adalah mendukung penuh kesuksesan Asian Games 2018, baik dari sisi tuan rmh maupun sisi perjuangan para atlet Indonesia. Semoga Indonesia bisa menjadi tuan rmh yg baik & memuliakan tamunya, para atletnya bisa berprestasi & mendapatkan posisi termulia, serta suporternya bisa mendukung dgn cara yg kreatif & berakhlak mulia. Dan, selamat ulang tahun ke-73 Republik Indonesia, semoga negara kita ini semakin mandiri (lepas dari ketergantungan pihak asing), jaya, berprestasi di semua bidang, dan yg terpenting diridhoi Allah Swt. Aamiin😇.
       Semoga artikel ini bermanfaat & mhn maaf kl msh ada kekurangan. Akhir kata, artikel ini ditutup dgn 2 quote yg berkaitan dgn spirit kemerdekaan, inovasi, nasionalisme, dan Asian Games:
1. "Kalau menang berprestasi, kalau kalah jangan frustasi, kalah menang solidaritas, kita galang sportivitas" (petikan lirik lagu Meraih Bintang, Theme Song Asian Games 2018)
2. "Asian Games bkn hny terbatas pertandingan olahraga, tp jg mengusung harga diri bangsa. Ever onward never retreat. Merdeka!" (Pidato Soekarno, pembukaan Asian Games 1962, dikutip dari Koran Pikiran Rakyat 3-8-2018, dgn penulis M. Budiana dan judul artikel: Asian Games & Nasionalisme).
      Silakan mampir juga ke blog saya yang kedua (tentang kesehatan & kemanusiaan, full text english) dan ketiga (tentang masalah & solusi kelistrikan). Semoga bermanfaat. Terima kasih. Berikut link-nya:
Blog 2: healthyhumanityvicagi.blogspot.com
Blog 3: listrikvic.blogspot.com


 
    

Disrupsi Digital dan Inovasi Era Kenormalan Baru

Disrupsi Digital Pandemi Covid-19 yang terjadi berbulan-bulan dan menimpa hampir seluruh negara di dunia membuat kacau kondisi ekonomi se...