All about Innovation💡, Law⚖️, Management📝, & Soccer⚽: Inovasi Restorasi Hutan di Pesanguan

IWA

Sabtu, 01 April 2023

Inovasi Restorasi Hutan di Pesanguan

Manajemen berbasis resor di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Provinsi Lampung, dilakukan untuk memastikan berjalannya siklus perencanaan di lapangan. Siklus itu bermula dari menganalisis sehimpun data menjadi paket informasi. Paket-paket informasi itu lantas dimanfaatkan sebagai bahan untuk menyusun rencana. Hasilnya berupa rencana manajemen resor yang menjadi pedoman dalam mengelola kawasan di tingkat tapak.

 

Salah satu wujud penerapan berbasis resor adalah restorasi hutan di Resor Way Nipah. Restorasi merupakan upaya mengembalikan sumber daya alam yang rusak menjadi kondisi seperti semula. Inovasi restorasi hutan bersama warga Pesanguan itu mencakup dua tujuan, yaitu memulihkan hutan yang pernah terganggu dan membuka peluang sumber ekonomi yang tidak berbasis lahan. Ujung-ujungnya, perambahan di taman nasional bisa dicegah. Daerah Pesanguan menjadi semacam percontohan inovasi restorasi hutan bagi daerah lainnya di kawasan konservasi Bukit Barisan Selatan, Lampung.

 

Banyak kalangan telah melakukan upaya pemulihan hutan dengan berbagai istilah dan tujuan. Ada yang memakai istilah:

1. Rehabilitasi: upaya memulihkan dan meningkatkan fungsi hutan serta lahan. Tujuannya menjaga daya dukung dan fungsi hutan sebagai sistem penyangga kehidupan

2. Reboisasi: upaya penanaman pohon di kawasan hutan yang terganggu, entah berupa lahan kosong, hamparan alang-alang, maupun semak belukar. Tujuan reboisasi biasanya untuk mengembalikan fungsi hutan

3. Penghijauan: upaya pemulihan lahan kritis di luar kawasan hutan untuk mengembalikan fungsi lahan

4. Reforestasi (penghutanan kembali): pembentukan kembali tutupan hutan di areal yang sudah tak berhutan. Reforestasi mencakup berbagai aktivitas dengan tujuan yang berbeda, seperti perkebunan, hutan kemasyarakatan, hutan desa, hutan rakyat, dan wana tani/agroforestri (pemanfaatan lahan untuk kelestarian lingkungan dan produksi kebutuhan pangan)

5. Nandur bareng: istilah yang lebih sering digunakan oleh warga setempat yang berarti kegiatan menanam bersama

6. Restorasi ekosistem (istilah yang lebih sering kami gunakan), yaitu upaya mengembalikan unsur hayati dan nonhayati suatu kawasan dengan spesies asli. Tujuannya, menciptakan kembali kesimbangan hayati dan ekosistemnya.

 

Sesuai peraturan yang berlaku, restorasi ekosistem diterapkan di kawasan hutan produksi dan hutan konservasi. Restorasi dapat dilakukan dengan pemeliharaan, perlindungan, penanaman, dan pengayaan spesies tumbuhan serta satwa liar. Bisa juga melepas satwa liar dan tumbuhan hasil tangkaran, maupun relokasi satwa serta tumbuhan dari lokasi lain. Dengan pengertian itu, restorasi tampaknya cocok digunakan untuk upaya pemulihan ekosistem di kawasan konservasi.


Istilah restorasi digunakan untuk kawasan hutan produksi sesuai keputusan Menteri Kehutanan Nomor 159/Kpts-II/2004 mengenai Restorasi Sistem di Kawasan Hutan Produksi. Ketentuan ini kemudian diadopsi oleh peraturan pemerintah Nomor 6 Tahun 2007 tentang tata hutan dan penyusunan rencana pengelolaan hutan serta pemanfaatan hutan. Dari aturan itu, muncul izin usaha pemanfaatan hasil hutan kayu restorasi ekosistem (IUPHHK-RE) untuk mengembangkan hutan alam di hutan produksi dengan ekosistem yang bernilai penting. Lalu pada tahun 2014, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutan semakin mengembangkan konsep tersebut dengan menerbitkan aturan Nomor P.48 Tahun 2014 tentang tata cara pemulihan di kawasan suaka alam dan pelestarian alam. Terakhir, disempurnakan dengan aturan Nomor P.14 Tahun 2015 dari Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, yang mengatur pengawasan dan evaluasi restorasi. Masyarakat juga diberi kesempatan untuk terlibat dalam tim itu. Dengan adanya aturan tersebut, istilah restorasi yang akhirnya lebih sering dipakai di kegiatan resmi. Di sisi lain, program restorasi menjadi kebijakan pemerintah daerah dalam mengaplikasikan Undang-Undang Desa Nomor 6 Tahun 2014 dan Undang-Undang Prnataan Ruang Nomor 26 Tahun 2007.


Inovasi restorasi hutan diperlukan untuk memastikan tanaman tumbuh dan berkembang. Di samping itu juga perlu kelola sosial untuk mengembalikan fungsi hutan sebagaimana mestinya menjadi hutan yang timbun. Kelola sosal mencakup penguatan komunitas, pendampingan, dan perintisan usaha ekonomi sekelompok warga. Dari sekelompok warga, kemudian menyebarkan ilmu dan pengalaman kepada komunitas lain.


Berikut inovasi restorasi hutan di Pesanguan yang dilakukan oleh Kelompok Pelestari Hutan Pesanguan (KPHP), yang terdiri dari warga setempat dan Tim dari PUSAT INFORMASI LINGKUNGAN INDONESIA (PILI) - GREEN NETWORK agar hasilnya lebih efektif dan efisien:


1. Mengembangkan usaha ekonomi tanpa merambah. Buah manis perjalanan kelompok baru terlihat seusai penanaman areal restorasi yang diikuti sedikitnya 40 orang. Kelompok menyisihkan sebagian dana yang diperoleh dari program restorasi.Dengan tabungan itu, mereka membeli seekor kambing jantan unggul dan sembilan betina yang dirawat bergantian. Seekor anak kambing telah lahir dari peternakan kelompok. Pejantan itu boleh dikawinkan dengan kambing di luar kelompok dengan tarif Rp. 50000 sekali kawin. Di samping itu juga tikembangkan usaha kebun organik dan pupuk organik

2. Mempercepat suksesi alami dengan mengerjakan pembibitan tanaman hutan, membiarkan bibit alami tumbuh berkembang, sambil menanam tumbuhan baru dari jenis asli, dan tidak menebang anakan spesies asli yang tumbuh alami di areal restorasi. Pada beberapa petak tanam bahkan sama sekali tidak dilakukan penanaman karena vegetasi alami telah tumbuh dengan baik. Lalu, perlindungan untjuk satwa liar terutama satwa penyebar biji karena terbukti melalui pencernaan satwa yang jatuh bersama kotoran, memiliki daya tumbuh lebih tinggi. Dari aktivitas tersebut, ide pun semakin berkembang dan inovatif, mulai dari pembuatan pupuk organik, kebun sayur organik di pekarangan dan konsep ekowisata

3. Petugas lapangan taman nasional yang kerap absen di lapangan membuka kesempatan masyarakat berkebun di dalam taman nasional. Ini inisiatif bagus tapi di sisi lain kawasan taman nasional bagai tak bertuan. Koordinasi dan komunikasi para pihak harus terus ditingkatkan. Pengamanan restorasi mutlak diperlukan untuk meminimalisir gangguan manusia, hewan ternak, hama, dan penyakit

4. Menetapkan jadwal patroli rutin dan pengelolaan pos jaga, serta pendampingan maupun penyuluhan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya melestarikan hutan. Patroli dilakukan untuk mengatasi konflik satwa, konflik manusia, masalah api, maupun kawasan

5. Menghadapi kasus perambahan, seperti kasus penyemprotan tanaman yang melumpuhkan tanaman sampai lima hektare, pelakunya diketahui oknum masyarakat sekitar taman nasional. Solusinya lebih bersifat kekeluargaan, pelaku wajib mengganti tanaman yang mati. Itu baru satu kasus, belum lagi kasus pembakaran pos jaga Resor Way Nipah oleh oknum perambah hutan. Sayangnya, pelaku seringkali sulit terungkap. Potensi lainnya adalah kasus pembalakan liar dan kebakaran hutan

6. Prioritas spesies yang ditanam berdasarkan kategori berikut:

a. Spesies yang mudah tumbuh dan adaptif, misalnya pulai

b. Spesies cepat tumbuh, seperti keluarga polong-polongan

c. Spesies tumbuhan yang bernilai penting bagi satwa akan menjadi prioritas penanaman, seperti spesies dari keluarga beringin. Sementara itu, kehadiran sejumlah vegetasi pionir, seperti sirih hutan dan macaranga, yang tumbuh alami dibiarkan hidup untuk menaungi bibit yang intoleran terhadap sinar matahari. Pada prinsipnya, semakin banyak spesies yang ditanam semakin bagus untuk pemulihan taman dan memperbesar peluang banyaknya jenis satwa yang akan membantu penyebaran biji

7. Idealnya, lokasi pembibitan berdekatan dengan areal restorasi dan dilengkapi pondok kerja. Namun, lokasi restorasi yang berjarak sekitar empat km dari pekon (pembagian wilayah administratif), pembibitan di dekat areal restorasi malah menyulitkan pemantauan. Menimbang  hal itu, pembibitan akhirnya dipusatkan di dekat pemukiman. Selain untuk menghindari gangguan, bibit juga lebih terjaga dan terawat. Perlu juga dibuatkan lokasi transit bibit yang teduh dan dekat dengan  petak tanam

8. Saat pengangkutan, perlu memperhatikan penyusunan bibit di dalam kemasan angkut. Tanaman tidak ditumpuk berlebihan, maksimal 20 bibit. Kelompok mengangkut bibit dengan sepeda motor yang dipasangi ancak (sejenis wadah kayu). Sekali angkut, sepeda motor basanya mampu membawa 15 kemasan. Jika sampai pada titik terakhir yang tidak bisa dilalui sepeda motor, bibit dipikul anggota kelompok maksimal 4 kemasan angkut per orang

9. Membuat lorong tanam selebar satu meter, diupayakan membujur dari timur ke barat, agar tanaman mendapatkan sinar matahari yang cukup. Di samping itu, pemeliharaan wajib dilakukan agar pemulihan hutan bsa dipercepat, seperti menyiangi, menyulami, dan memupuk

10. Sebagian warga desa memanfatkan air dari taman nasional untuk kebutuhan domestik dan pembangkit listrik. Bahkan, beberapa warga beruntung mendapatkan bantuan listrik tenaga surya dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Inovasi ini sangat bermanfaat terutama ketiaka musim kemarau tiba, paceklik air kerap melanda pekon, sementara kebutuhan listrik tetap harus ada

11. Studi banding untuk sharing ilmu dan pengalaman tetap diperlukan, terutama ke daerah yang sudah lebih berpengalaman dalam melakukan program restorasi, dengan kondisi alam yang khas pula. Sebagai contoh:

a. Pada pertengahan Desember 2016, Kelompok Pelestari bertandang ke Sukagalih, desa penyangga Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Jawa Barat. Di sana, ternyata mereka tidak hanya mempelajari program restorasi, tapi juga penglolaan ekowisata, mikrohidro (pembangkit listrik), pertanian, dan peternakan kambing

b. Air Terjun Bidadari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Di sana kelompok dapat belajar bahwa dari potensi air terjun, wisata dapat dikembangkan untuk membuka atraksi wisata air lainnya, seperti perahu kayuh dan kolam renang

12. Masih banyak warga sekitar yang enggan dan tidak mau terlibat dalam restorasi ini perlu mendapatkan penyadartahuan konservasi. Tugas sosialisasi berada di pundak kader konservasi Kelompok Pelestari. Walau ada warga yang tidak terlibat, setidaknya mau ikut menjaga dan tidak merusak lingkungan

13. Pengetahuan dari alam bebas. Ini menjadi value yang mahal dan tidak dimiliki oleh masyarakat perkotaan. Begitupun anak sekolahnya. Pengetahuan dari alam bebas ini dapat menumbuhkan kesadaran konservasi bagi generasi belia Pesanguan. Tidak heran, pendidikan lingkungan hidup dan konservasi alam menjadi mata pelajaran wajib. Selain itu, anak-anak melakukan riset kecil-kecilan seperti menjelajahi lapangan, mengenali tumbuhan, mengamati burung, dan menelisik jejak satwa. Hal ini bagus untuk mengasah kreativitas, inovasi, daya berpikir kritis, dan peduli terhadap lingkungan sekitar

14. Insentif tidak hanya untuk individu saja yang aktif dalam program restorasi ini, tapi juga desa-desa yang mendukung upaya konservasi sepantasnya menerima insentif bagi pembangunan wilayah pedalaman. Misal keberadaan listrik energi surya bagi warga Pesanguan.


Sumber: Buku Arus Balik Pesanguan, Restorasi Hutan Bukit Barisan Selatan, Karya Evi Indraswati, Riyanto, Sunarni Widyastuti, Maryadi, Nurina Indrayani,immy Fonda, Arista Setyaningrum, Hasim Andi Taufig, dan Roma Purwata, Tim dari PUSAT INFORMASI LINGKUNGAN INDONESIA (PILI) - GREEN NETWORK


Demikian artikel saya yang dibuat juga atas permintaan PILI GREEN NETWORK (terima kasih bukunya 🙏) untuk ikut berkontribusi menjaga lingkungan di Indonesia, khususnya kawasan Pesanguan, Provinsi Lampung. Termasuk dalam hal ini menyebarkan informasi lewat tulisan yang bermanfaat bagi perbaikan lingkungan di kawasan Pesanguan, Lampung. Silakan mampir juga ke blog saya yang kedua (tentang kesehatan dan kemanusiaan, full text english), ketiga (tentang masalah dan solusi kelistrikan), serta keempat (tentang hewan peliharaan). Semoga bermanfaat. Terima kasih. Berikut link-nya: 

83 komentar:

  1. Artikel yang bagus. Inovasi restorasi diperlukan agar banyak warga yang ingin terlibat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih. Betul, restorasi hutan yang inovatif tentunya akan membuat warga sekitar penasaran dan ingin terlibat

      Hapus
  2. Inspiratif. Inovasi restorasi hutan ini diperlukan agar alam tidak semakin rusak. Semakin inovatif akan semakin mengundang penasaran warga. Tentunya harus ada insentif yang menggiurkan juga mengingat warga sekitar banyak yang membutuhkan pekerjaan juga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Soal insentif sebetulnya sudah ada anggarannya walau dirasa belum maksimal dan masih ada mereka yang melakukannya secara sukarela

      Hapus
  3. Balasan
    1. Foto ada beberapa sebetulnya cuma males harus diresize supaya ga bikin berat blog hehe...

      Hapus
    2. ooo patut laa... saya prefer kalau ada artikel disertai foto. 😀

      Hapus
  4. Thank you for telling about the restoration of the forest in the resorts of Indonesia.

    BalasHapus
  5. !Hola, Vicky¡

    No entiendo el idioma, creo que tu texto trata de información sobre proyectos, basados en la gestión de centros turísticos en el Parque Nacional. Está muy bien, hay que atraer el turismo que ayuda mucho a la economía de los países de todo el mundo.

    Te dejo mi cordial saludo y mi gratitud, por tu buen hacer y por pasarte por mi blog.

    Se muy muy feliz.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gracias. Este artículo de blog se basa en un libro del equipo de investigación y querían que se publicara en un formato de artículo más conciso. El objetivo principal es que cada vez más personas se preocupen y protejan los bosques y la naturaleza.

      Hapus
  6. It certainly is a well developed and structured plan, created to solve the deforestation and reforestation problem from different perspectives. I can only hope it will be implemented with success as soon as possible.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thank You. of course it is not easy to implement it. There are many interests that could deviate from the original plan, especially if it's only a matter of money

      Hapus
  7. Restorasi ini penting bgt ya untuk menjaga alam kita. Toh kita juga yang akan merasakan manfaatnya. Semoga banyak warga yang tergerak untuk ikut andil dalam restorasi ini ya. Dan pemerintah turut memberikan bantuannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul. Tapi sekalinya merusak alam, semua warga sekitar akan merasakan akibatnya, seperti bencana alam. Dalam aturan, bahwa restorasi ini bagian dari pembangunan daerah/desa setempat, pastinya sudah ada anggarannya walau mash banyak warga terlibat sukarela

      Hapus
  8. Una entrada muy buena.
    Feliz semana.

    BalasHapus
  9. Semoga daerah-daerah lain di Indonesia bisa mengikuti program restorasi hutan ini, karena ini salah satu cara yang bisa kita lakukan untuk menjaga alam. Karena semakin ke sini yang kita tahu, hutan dimana2 semakin gundul. Padahal dampaknya sudah jelas di depan mata, seperti banjir dan tanah longsor. Sedih rasanya kalau liat bencana alam di berbagai daerah karena hutan yang semakin berkurang...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju. Tentunya tidak mudah mengingat banyak kepentingan di situ, apalagi dibenturkan dengan kepentingan bisnis. Ketika alam sakit, mereka akan protes dengan caranya sendiri dan merugikan warga sekitar tentunya, seperti bencana alam. Tentunya harus ada kepedulian di situ

      Hapus
  10. Saya suka sekali dengan istilahnya Restorasi ekosistem, lebih mengenai saja dengan maksud dan tujuannya. Sebagai orang yang belakangan ini aktif dalam kegiatan lingkungan saya mendukung semua pihak untuk konsisten menjalankan soal ini agar bumi kita makin pulih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Restorasi menjadi istilah formal yang sudah ada aturannya dan mudah dipahami, dengan harapan ini bisa menjadi tanggung jawab bersama, baik pemerintah maupun warga dalam memulihkan hutan serta lingkungan

      Hapus
  11. Olá! Obrigada pela visita e comentário em meu blog. Achei interessante o assunto de seu post.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Espero que sejam úteis e continuem apoiando uns aos outros

      Hapus
  12. Detail sekali penjelasannya. Jadi kegiatan ini juga melibatkan warga ya untuk memulihkan kondisi hutan tapi tetap menguntungkan perekonomian warga. Sehingga semua bisa merasakan manfaat hutan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul. Warga sekitar banyak yang membutuhkan pekerjaan juga, mereka dipekerjakan memulihkan lingkungan dan membantu mengatasi perambahan. Memang ini menjadi peluang baru walau anggaran masih terbatas. Sehingga masih ada juga yang sukarela. Terima kasih

      Hapus
  13. Masalah lingkungan memang perlu mendaoatkan perhatian khusus, dengan adanya restorasi ini, semoga kita bisa mewariskan lingkungan dan alam kepada anak cucu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju. Setidaknya bisa mewariskan yang baik-baik, seperti ilmu dan lingkungan yang terjaga, bukan utang hehe...

      Hapus
  14. Wah artikelnya komplet maksimal. Mengingatkan saya di masa lalu ketika menjadi asesor Pengelolaan Hutan Produksi Lestari. Moga-moga semua upaya perbaikan hutan mendapat dukungan jangka panjang terutama oleh pemangku jabatan di daerah ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Luar biasa. Semoga tanggung jawab terhadap lingkungan ini tidak dibebankan kepada ahlinya semata dan pemangku jabatan, tapi juga harus ada kepedulian warga sekitar

      Hapus
  15. Setuju dengan poin terakhir tentang insentif. Selama ini saya lihat, banyak pejuang alam yang melakukan pemberdayaan SDA di sekitarnya sendirian secara ikhlas. Sudah waktunya pemerintah mendukung dan memberi insentif agar seluruh masyarakat lebih termotivasi melakukan restorasi dan pemeliharaan lingkungan bersama-sama.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jujur, berat kalau perjuangan mereka tanpa dihargai dengan insentif dan apresiasi. Mereka ibaratnya jauh-jauh ke sana keluar modal sendiri, mengenyampingkan pekerjaan sesungguhnya mereka, belum lagi ada risiko konflik. Itulah perlu komunitas yang sevisi dan disupport pemerintah setempat

      Hapus
  16. Duh, saya ingin ke hutan lindung Bukit Barisan ini dari lama setelah baca NatGeo tentang pelepasan harimau, yang dihadiri oleh presiden kalau tidak salah. Dan semenjak itu hutan Bukit Barisan menjadi salah satu wishlist untuk kapan-kapan berkunjung ke sana.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Luar biasa. Pelepasan harimau ini ini memang untuk menyelamatkan populasi inti harimau Sumatra. Dan memang bukit barisan Selatan ini menjadi percontohan konservasi alam dan satwa liar di Sumatra

      Hapus
  17. Bagian penting dari restorasi ini adalah pengawasan ya. Jika pengawasannya kuat, maka gangguan dari segala macam makhluk bisa teratasi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul. Gangguan bisa dari manusia itu sendiri dan satwa liar

      Hapus
  18. Semoga saja restorasi yang ini berjalan baik ya. Memang pengawasan itu penting. Pemberian intensif kepada masyarakat bisa jadi pemicu motivasi awal, sebelum diberikan motivasi lainnya agar lebih awas menjaga alam

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju. Mengingat banyak warga sekitar membutuhkan pekerjaan juga. Di sisi lain ada juga yang terpaksa merambah/merusak hutan dengan alasan ekonomi. Ironis memang

      Hapus
  19. Berat ya temanya mas 😅.

    Dari beberapa poin di atas, saya ngebayangin hewan2 yang membantu penyebaran bibit melalui biji dan kotoran mereka, jangan sampai lingkungan tempat tinggal mereka rusak Krn ulah manusia.

    Lalu ttg penyuluhan utk orang2 yang blm paham pentingnya restorasi hutan ini, setuju bangt pastinya. At least mereka Diksh pemahaman lagi, dan setidaknya jangan sampai merusak deh. Ga tau lagi apa yg bakal terjadi kalo sampe alam ini rusak 😭. Skr aja udh berasa global warming nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, udah kayak karya ilmiah hehe.. maklum pembuat bukunya pun para peneliti di Universitas Lampung, jadi agak serius. Alam sudah tua perlu pemulihan sendiri, tapi akan sulit pulih jika dirusak manusia dan ekosistem terganggu. Pemanasan global juga salah satu tanda rusaknya alam

      Hapus
  20. Saya baru tau istilah restorasi ekosistem ini dan ternyata berbeda dengan istilah sebelumnya. Semoga restorasi ini dapat berjalan dengan maksimal dan melibatkan masyarakat setempat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Serupa tapi tak sama. Cuma restorasi yang lebih formal. Setuju. Restorasi tidak bisa dibebankan kepada pihak tertentu saja

      Hapus
  21. É muito bom haver estes esforços.

    BalasHapus
  22. Ein wirklich sehr interessanter und informative Beitrag. LG Romy

    BalasHapus
    Balasan
    1. Danke schön. Unterstützen Sie sich weiterhin gegenseitig

      Hapus
  23. Muy interesante. Te mando un beso.

    BalasHapus
  24. Semoga segala program penghijauan dan pelestarian hutan semakin mendapatkan perhatian yang besar dari pihak pihak terkait supaya negara kita tidak semakin menipis areal hutannya yang dahulu kala tetkenal dengan zamrud khatulistiwa sehingga menjadi paru paru dunia

    BalasHapus
    Balasan
    1. Harapan yang sama. Padahal hutan Indonesia termasuk salah satu yang terluas juga di dunia ini. Ketika dirusak oleh manusia, akan menyempit dan membuat alam tidak seimbang

      Hapus
  25. Great country, indonesia
    Great text

    BalasHapus
  26. Una magnifica iniziativa, tutte le nazioni dovrebbero farlo, qui da noi si fa troppo poco.
    Buon fine settimana.

    BalasHapus
    Balasan
    1. grazie per l'apprezzamento. Buona fortuna per il futuro

      Hapus
  27. Olá!

    Empresas e condomínios que investem em tecnologias sustentáveis e reflorestamento merecem nossa preferencia.
    Tenha sempre luz em seu caminhar
    Abraços loiva

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aceptar. Es hora de que la tecnología respetuosa con el medio ambiente se convierta en una necesidad

      Hapus
  28. Pelestarian hutan perlu digalakkan mengingat banyak lahan hijau yang sekarang dialihfungsikan jadi hal lain yang kaitannya dengan profit oriented. Semoga program program penanaman species tanaman baru yang penting bisa berkelanjutan dan tidak mandeg di tengah jalan meski butuh support sistem dari berbagai pihak dan tidak gampang ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju. Penanaman tersebut penting untuk melestarikan tanaman dan juga menjaga alam tetap seimbang

      Hapus
  29. Gracias por tu visita.
    Saludos

    BalasHapus
  30. Oi! Obrigada pela visita e comentário!
    Bom restinho de semana!
    Ane/De Outro Mundo :)

    BalasHapus
  31. Semoga penghijauan hutan kembali di Pesanguan sukses sehingga bisa jadi contoh untuk daerah lainnya. Soalnya ku dengar di Lampung dan daerah Sumatra lainnya hutan banyak ditebang dan dijadikan lahan sawit.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul. Ironis memang tujuan penebangan untuk kepentingan pribadi dan bisnis semata. Karena kalau sudah terjadi bencana justru bisa merugikan bisnis itu sendiri

      Hapus
  32. Olá Vicky!
    O reflorestamento deveria ser prioridade de todos os países
    Que sua semana seja excelente.
    abraços Loiva

    BalasHapus
    Balasan
    1. concordar. Os benefícios também retornarão aos humanos

      Hapus
  33. kayaknya kok menarik ya ekowisata mikrohidro di Kaki Gunung Salak Halimun...lalu yang air terjun bidadari juga akan diadakan kolam renang dan perahu kayuh...asal pemeliharaan sungainya tetap terjaga dan paling penting adalah konsen pada pembuangan sampah supaya sungai tetap jernih serta ekosistem di sekitarnya lestari ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menarik juga konsep ekowisata diterapkan di kaki Gunung Salak Halimun, di sana pun memliki value tersendiri

      Hapus
  34. Olá!

    Interessante!
    Desejo-lhe uma semana repleta de luz
    abraços Loiva

    BalasHapus
  35. Olá, amigo Vick,
    Passando por aqui, para agradecer a visita e gentil comentário no meu cantinho, e desejar uma excelente semana.
    Abraço amigo.

    Mário Margaride

    http://poesiaaquiesta.blogspot.com

    BalasHapus

1. Silakan berkomentar secara bijak
2. Terbuka terhadap masukan untuk perbaikan blog ini
3. Niatkan blogwalking dan saling follow blog sebagai sarana silaturahim dan berbagi ilmu/kebaikan yang paling simpel. Semoga berkah, Aamiin :)😇
4. Ingat, silaturahim memperpanjang umur...blog ;)😜

Tips Inovatif Mengatasi Masalah Rumah (Part 3)

Artikel ini merupakan lanjutan dari Tips Inovatif Mengatasi Masalah Rumah Part 2 , membahas masalah rumah berikut solusi hemat tanpa harus ...