All about Animals, Innovation, Law, Management, and Soccer: Pro-Kontra Aturan Larangan Mudik Lebaran 2021

IWA

Pro-Kontra Aturan Larangan Mudik Lebaran 2021

Pandemi Covid-19 mengubah hampir seluruh sektor kehidupan manusia. Pusat peradaban bukan lagi interaksi nyata (tatap muka), melainkan teknologi virtual. Hal itu berlaku pula dalam lingkup pergaulan manusia. Silaturahim sebisa mungkin tetap terjaga walau dibatasi aturan ini itu. Hal ini berlaku pula bagi umat Islam di Indonesia yang ingin melaksanakan tradisi mudik Lebaran setahun sekali, bertujuan untuk bersilaturahim dengan keluarga besar maupun sahabat yang sudah lama tidak bertemu. Tradisi mudik (jarak jauh) Lebaran tahun 2021 yang dimulai tanggal 6-17 Mei 2021 resmi ditiadakan. Bahkan, larangan mudik jarak jauh untuk semua jenis transportasi telah dibuat aturannya, yaitu Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 13 Tahun 2021 tentang Pengendalian Transportasi selama Masa Idul Fitri 1442 H dalam rangka Pencegahan Covid-19. Namun, untuk transportasi barang dan logistik tetap berjalan seperti biasa (sumber: otomotif.kompas.com). Hukuman yang diberlakukan atas pelanggaran tersebut mulai dari putar balik hingga pemberlakuan tilang.


Sedangkan mudik jarak jauh sebelum tanggal 6 Mei 2021 (tanggal 22 April-5 Mei 2021) dan setelah tanggal 17 Mei 2021 (18-24 Mei 2021) diperbolehkan dengan syarat yang sangat ketat dengan nama program pengetatan mobilitas Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN).


Adapun mudik Lebaran yang masih diperbolehkan di hari-H adalah untuk jarak dekat wilayah aglomerasi perkotaan (suatu kota besar dan padat penduduk yang didukung dengan kota/kabupaten satelit di pinggirannya), meliputi:

1. Medan, Binjai, Deli Serdang, dan Karo

2. Jabodetabek: Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi

3. Bandung Raya: Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung Barat

4. Yogyakarta Raya: Kota Yogyakarta, Sleman, Bantul, Kulon Progo, Gunungkidul

5. Semarang, Kendal, Demak, Ungaran, dan Purwodadi

6. Solo Raya: Kota Solo, Sukoharjo, Boyolali, Klaten, Wonogiri, Karanganyar, dan Sragen

7. Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan

8. Makassar, Sungguminasa, Takalar, dan Maros

(sumber: suarasurabaya.net)


Aturan tersebut tentunya menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat.

A. Argumen yang Pro:

1. Penularan Covid-19 masih tinggi sedangkan mudik Lebaran dan libur panjang dikhawatirkan menimbulkan klaster baru. Seperti yang sudah-sudah, setiap libur panjang selalu terjadi lonjakan kasus Covid-19. Tentunya ini harus dikendalikan dan dibatasi. Jangan sampai niat mudik malah berakhir di rumah sakit dalam jangka waktu yang lama dan tidak bisa bertemu saudara sama sekali...

2. Menurut survei yang dilakukan oleh Balitbang Kemenhub pada Maret 2021, sebanyak 11 % responden atau 27 juta masyarakat yang memilih tetap mudik meskipun dilarang. Ada aturan saja sudah seperti itu. Bagaimana jika tidak dilarang dengan aturan yang tegas?

3. Belum semua warga mendapatkan vaksin Covid-19 dan itu berisiko tinggi saat kegiatan mudik Lebaran dengan mobilitas orang yang tinggi

4. Menurut Edi Wuryanto, anggota Komisi IX DPR RI, mudik bukanlah kegiatan prioritas. Silaturahim memang penting, tetapi tidak harus tatap muka. Bisa diakali dengan teknologi virtual. Masyarakat harus semakin diingatkan bahwa pelarangan mudik demi mencegah penyebaran virus Covid-19

5. Menurut Muhadjir Effendy, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, ada kekhawatiran jika kasus Covid-19 meningkat, maka biaya penangannya akan lebih besar dari roda ekonomi yang berputar saat Lebaran. Tentu harus diantisipasi melalui aturan yang tepat

6. Menurut Luhut Binsar Pandjaitan, Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi, keberadaan aturan ini menjadi momen yang tepat untuk memulihkan pandemi dan juga sektor ekonomi Indonesia. Di India saja, begitu dibuka wilayahnya, terutama saat libur panjang, kasus Covid-19 naik 30 %

7. Mudik menurut Islam bukanlah kewajiban, melainkan tradisi khas umat Islam di Indonesia. Sudah selayaknyalah menahan diri untuk melakukan perjalanan mudik Lebaran demi mencegah kemudaratan yang lebih besar

8. Menurut Anwar Abbas, Sekjen Majelis Ulama Indonesia, hukum mudik itu mubah (boleh) dengan syarat daerah asal dan daerah tujuan mudik bebas dari wabah. Jika salah satunya bahkan keduanya ada wabah maka menjadi haram. Untuk itulah, pemerintah perlu hadir membatasi mobilitas pemudik melalui aturan, karena untuk saat ini sulit untuk mendeteksi suatu daerah di Indonesia benar-benar bebas dari wabah.


B. Argumen yang Kontra:

1. Kasus Covid-19 di Indonesia sudah mengalami penurunan dibanding sebelumnya. Sudah saatnya masyarakat (di bawah arahan pihak yang berwenang) mengombinasikan kehidupan era kenormalan baru dengan kehidupan normal yang sesungguhnya (seperti tradisi Lebaran), tentunya secara bertahap. Masyarakat pun sudah jenuh terhadap kehidupan yang serba dibatasi ini dan berpengaruh terhadap penghasilan mereka

2. Pengusaha transportasi banyak yang mengeluh akan merugi besar di saat tanggal 6-17 Mei 2021 diwajibkan setop beroperasi dan dilarang mengangkut penumpang umum yang hendak mudik. Solusi yang realistis adalah menyesuaikan (menaikkan) tarif angkutan dari 100-200 % saat sebelum tanggal 6 Mei 2021 atau sesudah tanggal 17 Mei 2021. Masalah pun muncul karena sejak pandemi, pengusaha transportasi seperti bus mengalami kerugian akibat minim penumpang. Dengan dinaikkan sampai 100 % bahkan 200 % bisa membuat penumpang semakin mengurungkan niatnya untuk pulang kampung. Tentunya harus dipikirkan solusinya

3. Mudik dilarang tetapi piknik ke tempat obyek wisata atau mal diperbolehkan. Bukankah piknik ke tempat obyek wisata atau mal juga mengundang kerumunan saat libur Lebaran nanti? Apa tidak terpikirkan keluarga besar dari luar kota datang jauh-jauh justru saling bertemu di tempat piknik atau mal dengan mengakali aparat keamanan? Tentunya aturan yang dibuat harus lebih menyeluruh jika ingin ditegakkan. Kalau menurut Fadli Zon, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, akan muncul jenis wisata baru, yaitu wisata mudik

4. Menurut Said Abdullah, Ketua Badan Anggaran DPR RI, justru momentum ini harus dikelola untuk membiasakan rakyat menghadapi era kenormalan baru. Tidak berbicara aspek kesehatan, tetapi juga ada aspek budaya dan ekonomi yang besar dalam setiap kegiatan mudik. Mobilitas orang dari kota sebagai pusat ekonomi ke desa cukup tinggi. Di Pulau Jawa saja, tradisi mudik Lebaran berkontribusi 58 % terhadap PDB nasional. Kenapa tidak dikebut saja program vaksinasi dan diterapkan syarat hasil tes PCR kepada setiap pemudik? (sumber: voi.id)

5. Pemerintah sudah mengizinkan ibadah salat tarawih di masjid dan bahkan sektor pariwisata juga saat libur Lebaran nanti. Bahkan, untuk sektor pariwisata sudah direstui langsung oleh Sandiaga Uno selaku Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Tentunya jika ada larangan mudik akan terjadi pertentangan dengan kebijakan sebelumnya

6. Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Zulkieflimansyah justru menentang pemerintah pusat dan tetap mengizinkan tradisi mudik Lebaran dengan syarat tertentu. Alasannya para pemudik rindu sekali dengan keluarga besarnya dan kalau diatur serta dilarang ini itu khawatir timbul masalah baru

7. Mudik memang bukanlah kewajiban dalam Islam, hanyalah tradisi semata. Tapi, momen bersilaturahim secara fisik dengan keluarga besar yang terpisah akibat merantau, itu yang mahal dan sulit untuk dilarang. Apalagi, umur orang hanya Allah Swt yang tahu. Tahun ini bisa bertemu, tahun depan belum tentu

8. Adanya kekhawatiran tebang pilih dalam menerapkan aturan tersebut. Jangan sampai tegas ke warga negara sendiri, tapi lunak ke warga asing. 


Setiap aturan yang dibuat oleh pemerintah selalu saja menimbulkan pro dan kontra, apalagi menyangkut kepentingan orang banyak. Tentunya pemerintah diharapkan selalu transparan dan mampu menampung aspirasi semua pemangku kepentingan. Setelah semua aspirasi diterima, pemerintah diharapkan bisa mengambil keputusan terbaik. Biasanya keputusan tersebut tidak akan memuaskan semua pihak, tapi setidaknya telah berupaya merangkul semua pihak, sehingga pihak yang merasa dirugikan pun memaklumi dan patuh terhadap kebijakan pemerintah. Pemerintah tentunya harus bijak dan tegas mengambil tindakan terhadap pemudik yang melanggar. Pada akhirnya, keputusan akhir diserahkan kepada masyarakat. Niat mudik tentunya dalam kondisi pandemi korona harus lebih diwaspadai. Pemudik wajib mematuhi aturan yang berlaku, termasuk protokol kesehatan, dan harus siap menanggung risiko serta menerima kemungkinan terburuk tanpa menyalahkan pihak lain, yaitu jika di tengah perjalanan mudik terpapar virus korona, tidak bisa bersilaturahim dengan saudara (gagal mudik), harus diisolasi mandiri di tempat yang mungkin tidak nyaman (sudah lama tidak dihuni manusia), bahkan harus siap juga dirawat di rumah sakit jauh dari lokasi tujuan mudik. 

Mudik Lebaran Jarak Jauh (yang Dilarang) Tanggal 6-17 Mei 2021. Jika Dilakukan Sebelum Tanggal 6 Mei 2021 atau Sesudah Tanggal 17 Mei 2021 Disebut Pulang Kampung😃


Silakan mampir juga ke blog saya yang kedua (tentang kesehatan & kemanusiaan, full text english) ketiga (tentang masalah & solusi kelistrikan), dan keempat (tentang hewan peliharaan). Semoga bermanfaat. Terima kasih. Berikut link-nya:

Blog 2: healthyhumanityvicagi.blogspot.com

Blog 3: listrikvic.blogspot.com

Blog 4: petsvic.blogspot.com

112 comments:

  1. Today in Russia we celebrate Easter. Happy Easter!

    ReplyDelete
    Replies
    1. each different country celebrates easter. Success and blessings always for you and your country. Aamiin

      Delete
  2. Ada baiknya memang patuh tidak.mudik jangan pada tetap mainya mudik.
    Serem kalau lihat kejadian tsunami corona di India ..., kalau kejadian itu sampai terjadi di Indonesia akan tambah parah perekonomian, makin orang kesulitan cari nafkah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada pendapat pengamat jika Indonesia bisa seperti India jika setiap libur panjang selalu terjadi kenaikan kasus Covid-19. Dan betul, kalau kasus naik, biaya penanganannya pun mahal, bisa memperlemah roda ekonomi. Ujung-ujungnya rakyat kecil yang jadi korban

      Delete
    2. Ada prediksi pengamat bahwa setelah Lebaran akan terjadi lonjakan kasus Covid19 bahkan bisa seperti India. Apalagi ada varian Covid19. Semoga tidak terjadi. Semoga kita semua dilindungi dari virus COvid19 dan mendapatkan keberkahan. Aamiin

      Delete
  3. melihat realita sekarang, sepertinya bakal ada yang mudik sembunyi-sembunyi . Setuju, mudik itu bukan kewajiban, tapi mencegah dan mengatasi wabah itu kewajiban bersama

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar. Pasti ada saja yang mengelabui petugas demi bisa mudik. Tapi, nantinya akan menimbulkan masalah baru. Apalagi kalau sudah melanggar hukum lalu terpapar virus korona juga

      Delete
  4. Aku juga pengin mudik ke kampung halaman tapi sepertinya repot, harus bawa surat bebas covid 19 yang harganya 300 ribu, ada empat anggota keluarga berarti 1,2 juta. Belum biaya lainnya, ongkos bis yang mahal 300k dikali empat orang, makan dll.

    Mendingan disini saja dulu lah, nunggu normal dulu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, surat covid19 mahal juga. Untuk tes covid19 termurah biasanya genose Rp. 40 ribu, cuma masih terbatas yang menyediakannya. Risiko yang ditanggung cukup besar, apalagi kalau sampai terpapar korona.

      Delete
    2. Betul. Jangan mudik dulu menjadi opsi terbaik sambil melihat perkembangan juga. Silaturahim tatap muka penting dan baik tapi mencegah kemudaratan itu jauh lebih utama. Di samping pahala sabar untuk menunda silaturahim

      Delete
  5. Sekarang lagi ramai kasus travel gelap untuk mengelabui petugas kepolisian dan aturan yang berlaku

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepertinya ada saja oknum yang mencari celah dari aturan yang berlaku dan mungkin kepepet juga akibat faktor ekonomi. Tapi bahaya juga jika travel gelap ini membawa penumpang yang terpapar virus korona. Bisa jadi tanpa dites swab juga. Info terbaru sudah mulai ditindak oleh kepolisian ulah travel gelap tersebut

      Delete
    2. Atau tes swabnya ada tapi palsu hehe.... Lengkap pelanggarannya

      Delete
  6. saya gak mudik kemana-mana karena memang asli Betawi (dari lahir sudah di sini), yang jadi masalah adalah kakak saya dan anak-anaknya yang tinggal di Purwakarta pingin banget bisa ke Jakarta untuk bisa berlebaran bersama keluarga besar. Sementara profesi beliau ini guru honorer yang jam mengajarnya dari senin-sabtu, jadi momen lebaran benar2 berarti banget buat beliau. Tahun lalu gak bisa ke Jakarta, entah tahun ini. Bingung ya, satu sisi kangen, di sisi lain takut nanti di perjalanan ada apa2.

    Mau curhat sedikit, pak. Saya kebetulan terpapar covid 2 minggu pasca lebaran, padahal saya cuma menginap di rumah mertua dan ayah saya saja. gak kemana2. kenanya karena berinteraksi dengan orang2 di sekitar rumah mertua yang sama sekali gak taat prokes, padahal kami sudah pakai masker dll. Kecolongan sih ya, karena gak disangka mertua malah open house.. hehehehe.. tapi ya sudah alhamdulillah kami sekeluarga sudah sehat dan semoga gak kena lagi. Entah lebaran tahun ini, saya masih agak ngeri juga kalau ingat kejadian tahun lalu.

    Belum lagi lihat berita kemarin tentang oknum di bandara yang memakai peralatan test swab bekas.. sampai suudzhon jangan2 mereka salah satu yang menyebabkan pasien covid terus bertambah..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih komennya panjang dan curhat juga ini jadinya hehe.. Purwakarta menjadi titik penyekatan oleh Polisi untuk warga luar Jakarta yang mau ke Jakarta. Pastinya akan dipersulit untuk mudik. Harus ada surat keterangan dari perusahaan atau pemerintah setempat jika benar-benar mendesak. Alhamdulillah sudah pulih ya dari covid19, diharapkan ada imunitas alami yang membuat tubuh menjadi lebih kuat dari serangan virus Covid19, bahkan lebih kuat dari yang sekedar divaksin. Tapi tetap harus waspada, karena varian baru Covid19 semakin ganas saja. Yang kecolongan biasanya mendeteksi orang tanpa gejala itu yang sangat sulit. Amannya sih jangan mudik keluar kota dulu, kalaupun tetap mudik, mudik lokal saja seperti wilayah Bandung Raya atau Jabodetabek itupun dengan syarat yang ketat. Prihatin dengan oknum test swab bekas bahkan berita aneh-aneh seperti sengaja dicovidkan supaya anggaran cair, lalu bercampur dengan berita hoaks juga. Ada kekhawatiran setelah Lebaran ada lonjakan kembali kasus Covid19, bahkan bisa seperti yang di India. Semoga saja tidak, kita semua dilindungi dari virus jahat tersebut dan selalu mendapatkan keberkahan. Aamiin

      Delete
  7. Tradisi itu penting tetapi dengan memperhatikan batasan- batasan kami juga menjadi saksi iman. Tahum lalu, ada larangan bergerak, jadi kami menghabiskan liburan di rumah. Indonesia adalah negara yang inadah, tetapi Anda tinggal di pulau -pulan dan kesulitan bepergian.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul. Indonesia memiliki banyak pulau dan menjadi salah satu negara dengan jumlah penduduk yang banyak. Tentunya lebih sulit mengatasi covid19 daripada negara dengan jumlah penduduk yang sedikit. Belum lagi karakter orang Indonesia bermacam-macam, ada yang patuh, ada juga yang tidak. Idealnya setiap liburan panjang tidak bepergian ke luar kota. Apalagi sekarang ada mutasi covid19

      Delete
  8. Saya cek blog anda ternyata dari Polandia. Salam hangat dari Indonesia. Tetap saling support

    ReplyDelete
  9. wah tulisannya lengkap nih pak vicky, seperti biasa disarikan menurut pengamatan dan argumentasi dari berbagai pihak.

    jadi tahu juga kalau pas tanggal 18-24 Mei 2021 diperbolehkan dengan syarat yang sangat ketat dengan nama program pengetatan mobilitas Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN). Juga baru tahu yang penjabaran aglomerasi.

    Sangat informatif ^_^

    Mudah mudahan kita semua selalu diberikan kesehatan ya..:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih. Walau ada info mudik lokal pun dilarang, faktanya untuk mudik lokal masih dibolehkan tapi syaratnya ketat. Kasihan yang mudik dekat seperti dari Bandung ke Cimahi misalnya atau dari Depok ke Bekasi. Semoga berkah dan sehat selalu untuk kita semua. Aamiin. Semoga tetap semangat menulis blog dan saling support...

      Delete
    2. betul juga sih...kadang kadang kalau yang sudah kepepet mudik ga bisa di rantau ga ada pekerjaan, juga memikirknnya turut prihatin. Maju kena mundur kena...hehe

      amin semangat saling support sesama blogger dan keep writing always Pak :)

      Delete
    3. Betul. Semoga Allah SWT memberkahi kita semua, diberikan kemudahan atas kesulitan. Aamiin. Siap saling support. Saya pasti support balik walaupun telat hehe..

      Delete
  10. semoga pandemi kelar dan taun depan bisa mudik dengan tenang, ini udah dua taun enggak mudik2,
    kalau sekali lagi malah kayak bang toyip enggak pulang2

    ReplyDelete
    Replies
    1. Doa dan harapan yang sama. Aamiin. Sekarang tahan dulu, Insya Allah tahun depan...Kalau ga mudik2, malah bikin stres dan menimbulkan masalah baru hehe..

      Delete
  11. Gracias por tu visita. Saludos.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ojalá esto sea útil y sigan apoyándose mutuamente.

      Delete
  12. Saya mah yang pro. Takuuut banget ama virus, virus apa aja, apalagi yang namanya corona, waktu zamannya flu burung dan berjangkitnya swine flu, juga gitu, stay di tempat :)
    Silaturrahmi virtual aja :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga saja aturan ini dilaksanakan dengan konsisten dan kasus covid-19 bisa menurun. Silaturahim virtual menjadi solusi walau ada yang kurang karena tidak bertemu langsung hehe..

      Delete
    2. Kesabaran dan kelapangan hati diuji di sini. Menahan ego untuk mudik demi keselamatan bersama tentunya perbuatan yang mulia.

      Delete
  13. Olá Vicky,
    Obrigada por seguir meu blog
    Li muito sobre o seu país
    Obrigada
    Lua Singular(Dorli)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Obrigado pelo agradecimento. Sempre sucesso para você

      Delete
  14. Berita terbaru. Yang mudik lalu terinfeksi covid19, diisolasi mandiri (tidak dirawat di rumah sakit) di tempat yang mungkin jauh dari nyaman (akibat keterbatasan anggaran pemerintah daerah juga). Ada yang di GOR, rumah kosong yang sudah lama tidak dihuni, dsb. Tentunya harus siap mental juga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itu memang risiko besar yang harus diterima pemudik, selain risiko kecelakaan di jalan. Tentunya harus dipersiapkan segala sesuatunya. Imunitas tubuh harus kuat, badan fit, dan berdoa

      Delete
  15. Bahkan Di Madiun, pemudik yang terinfeksi covid19 malah diisolasi di penjara peninggalan Belanda hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mana kurang terawat dan angker katanya hehe..

      Delete
  16. Very nice blogsite! Thank you for providing this site. Have a great weekend. Greetings from Turkey

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thx. Always support each other. Warm greetings from Indonesia

      Delete
  17. Ke pemudik begitu tegas, tapi untuk WNA dari Tiongkok ke Indonesia diizinkan, begitupun penerbangannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang ironis juga walau pemerintah menegaskan pelarangan mudik justru untuk melindungi warganya sendiri dan bentuk kepedulian pemerintah terhadap warganya

      Delete
  18. Passei por aqui novamente
    para te dar um abraço e desejar
    um bom dia para você, Vicky,
    meu amigo. ESTOU SEGUINDO O
    SEU BLOG.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Obrigada. Continue apoiando uns aos outros e tenha sucesso para você também

      Delete
  19. pro dan kontra memang selalu ada ya mas, tapi mudah-mudahan apapun itu kebijaksanaannya dapat bermanfaat untuk masyarakat banyak, agar negara kita bisa segera terbebas dari virus corona

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul. Kepentingan masyarakat banyak tetap yang harus diprioritaskan. Semoga kita diberikan kesehatan dan keberkahan

      Delete
  20. Muy buena toda la información. Como siempre un placer pasarme por aquí y leerte. Un saludo

    ReplyDelete
  21. Muy interesante, gracias por la entrada te mando un beso

    ReplyDelete
  22. Denger prediksi pengamat tunggu 2-3 minggu setelah Lebaran, akan ada lonjakan kasus covid19. Semoga salah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pendapat tersebut berkaca dari India. Tapi, saya berharap itu tidak terjadi di Indonesia dengan catatan pemudik dan wisatawan semuanya patuh terhadap protokol kesehatan dan kebijakan pemerintah soal penyekatan efektif

      Delete
  23. dua kali mudik dilarang
    Pastinya rindu yang memuncak ingin pulang ke kampung halaman
    Maka tidak heran jika banyak yang lolos dan memaksakan diri.
    Pro dan kontra hal biasa, karena menurut saya dua duanya juga benar.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itulah kerinduan yang memuncak. Apalagi umur hanya Allah Swt yang tahu. Di sisi lain keselamatan dan kesehatan manusia juga tidak kalah penting. Akhirnya menjadi pilihan, apakah berdamai dengan Covid-19, mengalah dan bersabar dulu atau tetap pulang kampung dengan catatan harus siap ambil risiko

      Delete
    2. Terkadang pemdanya sendiri yang menentang kebijakan pusat. Misal: Kemarin ada pejabat daerah yang memaksakan untuk menggelar open house Lebaran walau pusat melarang. Tentunya menjadi contoh yang kurang baik bagi warganya

      Delete
  24. Hola!!! muchas gracias por pasarte por mi blog y seguirme :D yo también me quedo por el tuyo.

    Saludos desde Plegarias en la Noche.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gracias. Siempre apóyense siempre unos a otros. Saludos cordiales

      Delete
  25. samalah keadaannya di malaysia. masih ramai yang berdegil pulang ke kampung walaupun dikenakan compound yang tinggi... saya tak tahu di mana kesedaran mereka... adakah mereka anggap Covid 19 ini sekadar mitos dan dongengan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tradisi mudik di sana juga ada di sana. Banyak orang perantauan di sana. Walaupun syaratnya cukup ribet, tapi banyak yang tetap memaksakan mudik. Mereka yang beranggapan covid19 hanyalah mitos itu karena mereka tidak mengalaminya langsung. Kalau sudah menganggap remeh seperti ini kemudian lengah, ya bisa tertular juga

      Delete
  26. p/s salam aidil fitri buat mas vicky dan keluarga di sana...

    maaf zahir dan batin ;-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selamat Idul Fitri. Berkah dan sehat selalu Mbak Anies sekeluarga di Malaysia. Taqobbalallahu Minna wa Minkum, mohon maaf lahir batin. Stay safe...

      Delete
  27. sampai ada yg beralasa kalo suatu keluarga memang nggak mudik tapi wisata kemana.. cm terakhir berkunjung ke rmh ortu 😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul. Agak sulit mencegah berwisata lalu pada silaturahim di tempat wisata hehe.. Info terakhir, tempat wisata pun pengunjungnya dibatasi. Kemungkinannya cuma 3, tetap aman, menularkan, atau tertular. Karena gejala demam tinggi tidak lagi menjadi patokan

      Delete
  28. Namun pada akhirnya, larangan mudik merugikan kaum kecil yang mencari nafkah dari pergerakan orang dari satu tempat ke tempat lain.Mudah2an pemerintah bisa mencari solusi terbaik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Serba salah juga untuk rakyat kecil. Kalaupun memaksakan mudik harus keluar banyak uang untuk surat bebas covid berikut hasil tes swab. Belum lagi masih ada potensi risiko terinfeksi juga. Tentunya akan ada biaya tambahan lagi, walau biaya pengobatan dan perawatan ditanggung pemerintah. Intinya sih mereka yang tetap mudik harus siap ambil risiko dan punya bekal untuk menghadapinya

      Delete
  29. Larangan mudik ini membuat nuansa Lebaran tidak ramai seperti tahun-tahun lalu. Jalanan lebih sepi kemarin. Kakak saya yang biasanya kebanjiran order makanan pun sudah dua tahun sepi. Semoga kondisi tahun depan sudah normal kembali. Amin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul. Berarti masih banyak orang yang peduli keselamatan, kesehatan, patuh terhadap pemerintah, dan tidak mau ambil risiko. Hal ini juga berdampak pada bisnis kuliner, kue kering, dan transportasi. Biasanya Lebaran puncaknya kini mereka terdampak. Doa dan harapan yang sama. Aamiin

      Delete
  30. Wah iya, pembahasannya sama.
    Mantap bang... dibahas secara detail

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul. Cuma artikel saya lebih ke perspektif hukum

      Delete
  31. Alhamdulillah tahun ini aku memang gak perlu mudik,karena mamaku memang di Bandung dan mama mertua udah pindah ke Bandung. Tapi aku geram siy sama kebijakan yang mencla-mencle, gak boleh mudik tapi boleh piknik, bahkan banyak WNA masuk Indonesia. Semoga pandwmi ini cepat berakhir. Aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah keluarga inti sudah berkumpul di Bandung tentunya lebih safe seperti itu. Kebijakan pemerintah yang tidak konsisten menunjukkan bahwa mereka juga pusing ngadepin korona apalagi kalau dikaitkan dengan bisnis hehe... Diharapkan ke depannya tidak tebang pilih. Doa dan harapan yang sama. Aamiin

      Delete
  32. Tahun ini saya pas banget gak bisa mudik, ya iklhasin saja sambil berharap tahun depan kita semua bisa mudik dengan bahagia. Pro kontra pasti ada yang penting selalu berjaga agar tidak kena wabah berbahaya ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul. Pro kontra pasti punya alasan yang kuat juga demi keselamatan bersama. Justru kalau aturan lempeng2 aja tanpa ada yang mengkritisi malah kurang baik. Doa dan harapan yang sama. Aamiin

      Delete
  33. baca ini jadi sedih karena saya juga sama ga bisa mudik, lagi melanglang buana di pulau orang, semoga segera bisa kembali Jakarta lagi saya niy kak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amannya memang menunda mudik dulu. Ada kekhawatiran 2-3 minggu setelah Lebaran kasus Covid-19 naik. Kalaupun tetap ingin mudik, baiknya sebulan setelah Lebaran, tentunya selalu memantau berita tentang kasus covid-19, khususnya daerah asal dan daerah tujuan mudik. Doa dan harapan yang sama. Aamiin

      Delete
  34. Kalau ada pertanyaan setuju atau tidak setuju? Saya jawab tidak setuju. Bukan berarti saya tidak percaya corona, bukan berarti saya tidak percaya pemerintah, tapi hari ini yang terjadi sangat memprihatinkan.

    Tidak mudik tahun lalu, oke. Tahun ini dilarang, ternyata orangtua di kampung dah meninggal, sedih saya mendengarnya. Musuh kita emang bukan hanya NWO tapi media juga ikut membesar-besarkan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih atas opininya. Turut berduka cita orangtua sudah meninggal, semoga husnul khotimah, diampuni dosa-dosanya, dan mendapatkan keridaan Allah Swt. Aamiin. Saya yakin sikap sabar dan legowo menunda mudik demi kemaslahatan yang lebih besar pahalanya luar biasa walaupun tidak bisa bertemu orangtua yang meninggal. Pemerintah mengambil kebijakan tentunya dilingkupi kebingungan juga, sehingga pasti tidak memuaskan semua pihak. Lalu media seperti terpecah juga, ada yang pro, kontra, atau malah bikin hoaks demi keuntungan semata. Memang harus cerdas dan kritis menyaring info. Semoga keberkahan dan kesehatan untuk kita semua.

      Delete
  35. Vicky di sekitar sini peraturannya mirip tapi saya pikir itu terserah semua orang untuk mengikutinya.
    Saya ingin tahu vaksin apa yang diterapkan di sana
    Salam dari Argentina

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masalah covid-19 menjadi masalah global. Walaupun ada kebijakan pemerintah, pada akhirnya diserahkan kepada masyarakat. Termasuk soal vaksin. Di sini vaksin bukanlah kewajiban, melainkan kerelaan. Vaksin Sinovac cukup dipercaya, tapi vaksin Astra Zenecca juga mengundang kontroversial di sini, herannya masih saja diproduksi (mungkin demi uang). Salam hangat dari Indonesia

      Delete
  36. Thanks for you visit. I' exploring your blogs. Only could read the post about cats dry food in English. I couldn't find translator for the others, so,vit makes it quite difficult.
    You are welcome all the same.
    Best wishes

    ReplyDelete
    Replies
    1. You're very welcome. Stay connected and stay safe

      Delete
    2. Sorry, Translator only in website version, not mobile version

      Delete
  37. saya sudah 2 tahun ngga lebaran sama keluarga :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga kesabaran menunda mudik demi keselamatan bersama mendapatkan pahala yang besar. Ironisnya, selama hampir 2 tahun juga pandemi korona masih ada. Semoga berkah dan sehat selalu mas Arief sekeluarga

      Delete
    2. Amiin.. terimakasih mas Vicky

      Delete
    3. Sama2. Tetap saling support mas🙏🏻

      Delete
  38. memang kalau bertemu tanggal merah, tidak hanya lebaran tapi hari libur lain, langsung auto agak bikin bingung menerapkan strategi larangannya ya Pak Vicky...terutama menyelaraskan dengan pihak pihak yang berkepentingan selain masyarakan awam :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul. Setiap libur panjang pasti ada rasa was-was juga. Warga ingin liburan keluar karena bisa jadi hiburan di rumah sudah membosankan. Contoh sederhana acara televisi atau konten youtube yang kebanyakan tidak berfaedah, sekedar pamer dan mencari sensasi hehe..

      Delete
  39. kalo kemaren aku mudik jauh hari sebelum hari raya, masih aman sebelum tanggal yang di tetapkan gak boleh mudik :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul itu aman karena peraturan belum diberlakukan

      Delete
  40. Hola Vicky. Muy interesante tu post. En nuestro pais las reglas son similares hya restrucciones y vacunas, pero debemos seguir cuidandonos mucho y de todos depende!! Un abrazo

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gracias. Básicamente, las restricciones de viaje son por el bien común y la seguridad. Saludos cordiales

      Delete
  41. Duh saya serasa ingin pulang, udah hampir 10 thn lebih gak pulang ke rumah nenek, tapi syukurnya nenek masih ada sampai sekarang :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah nenek masih sehat dan panjang umur. Semoga bisa segera bertemu nenek setelah pandemi Covid-19 berakhir. Stay safe

      Delete
  42. An interesting article about the Covid 19 restrictions which affects to cultural traditions on family relations. We have to make the most to help get rid of this pandemia
    And once it ends, we will be able to go back to our uses.
    Now, with the help of translator, I'm able to read your aticles.
    Many thanks for you visit.
    I know English.
    All the best

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yes, I agree. and humans are forced to adapt to the new living system. Stay safe and healthy

      Delete
  43. Olá, Vicky!
    Muito Obrigado, pela visita.

    Muito interessante o seu artigo sobre o Covid 19. É mais difícil de lidar aí na Indonésia, em função das raízes culturais. No entanto, na minha perspectiva, a vida é mais importante do que qualquer tipo de cultura ou tradição.

    Cuide-se!
    Abraço.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Isso mesmo e meu país também é muito povoado e ilhas. Às vezes, os governos local e central têm visões diferentes. Obrigado e boa sorte sempre

      Delete
  44. Gracias por pasar y comentar. Un placer.
    Interesante post sobre COVID19 amigo.
    Saludos cordiales.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gracias por la apreciación. Sigan apoyándose unos a otros

      Delete
  45. saya pikir, asalkan mematuhi protokol kesehatan, aman2 saja utk mudik. lagian Tradisi mudik itu kan cuma setahun sekali.

    BTW, maaf mas Vicky baru bisa berkunjung... 2 minggu terakhir saya lagi kurang fit

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mencegah kerumunan seperti tradisi mudik pun bagian dari protokol kesehatan. Walaupun sudah dibatasi, tetap saja terjadi lonjakan kasus Covid-19 seperti di daerah Kudus misalnya. Siap, semoga tetap saling support, rutin menulis artikel berkualitas, dan semakin sukses. Thx

      Delete
    2. Semoga cepat pulih ya dan bisa rutin ngeblog lagi.. Aamiin

      Delete
  46. So detail and informative. We are all tired of lock down and wearing masks but we must soldier on and beat this virus

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thx...I hope the corona pandemic ends soon. Aamiin

      Delete

1. Silakan berkomentar secara bijak
2. Terbuka terhadap masukan untuk perbaikan blog ini
3. Niatkan blogwalking dan saling follow blog sebagai sarana silaturahim dan berbagi ilmu/kebaikan yang paling simpel. Semoga berkah, Aamiin :)😇
4. Ingat, silaturahim memperpanjang umur...blog ;)😜

Pro-Kontra Aturan Larangan Mudik Lebaran 2021

Pandemi Covid-19 mengubah hampir seluruh sektor kehidupan manusia. Pusat peradaban bukan lagi interaksi nyata (tatap muka), melainkan teknol...